Pantun Pribahasa

Diposkan oleh Adib Pramana on Sabtu, 14 April 2012

Berakit-rakit kehulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Kehulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian




Kerat kerat kayu diladang
Hendak dibuat hulu cangkul
Berapa berat mata memandang
Barat lagi bahu memikul

Harapkan untung menggamit
Kain dibadan didedahkan
Harapkan guruh dilangit
Air tempayan dicurahkan


Pohon pepaya didalam semak
Pohon manggis sebasar lengan
Kawan tertawa memang banyak
Kawan menangis diharap jangan



Air dalam karang menonggok
Setanggi dicampur kemenyan
Gula tertumpah pada kanji
Walau dirimu tidak kujenguk
Sabar menunggu dalam penantian
Akan kutunai bila berjanji

Bagaimana hendak kurenung
Air pasang menuju ke laut
Bagaimana hati kan senang
Air besar sampan tak hanyut

Air di tasik berkilauan
Air yang cetek jangan diselam
Air diminum sembiluan
Airmata jatuh ke dalam

Anak ayam berlari-lari
Takut helang datang menerkam
Air diminum terasa duri
nasi dimakan terasa sekam

ada air di dalam gelas
gelas diletak tidak beralas
ada ubi ada batas
ada budi pasti dibalas

adat dipakai baru
kain dipakai usang
adat muda menanggung rindu
adat juara kalah menang

adat dunia balas membalas
syariat pula palu memalu
orang berbudi biar berbalas
walau balasan tidak diperlu


Pohon rendah akar sebatang  
    Hinggap nuri duduk sekawan
Bulan indah dipagar bintang    
    Tinggal mentari di balik awan


Kayu perahu sampai seberang
    Singgah bermalam di kampung hulu
Bukan tak tahu dunia sekarang
    Gaharu dibakar kemenyan berbau


Tebang gelam tebang kenanga
      Batang tumbang menimpa gadung
Kumbang mengidam nak seri bunga
      Bunga kembang di puncak gunung


Dang Nila memangku puan    
    Berembang buah pedada
Adakah gila bagimu tuan        
    Burung terbang dipipiskan lada?


Encik Embong anak Melaka        
    Tanam peria di tepilah pantai
Usah sombong tuan berkata    
     Mana buaya menolak bangkai?


Punggur rebah puyuh mendengut,
   Dengut melata di tengah padang;
Sedangkan bah kapal tak hanyut,
   Inikan pula kemarau panjang


Burung Merak terbang ke laut
  Sampai ke laut mengangkut sarang
Sedangkan bah kapal tak hanyut
    Inikan pula kemarau panjang


Dalam perlak ada kebun        
   Dalam kebun ada tanaman
Dalam gelak ada pantun        
    Dalam pantun ada mainan

{ 2 komentar... read them below or add one }

unja mengatakan...

ijin kopas ya bos..keren kali

Adib Pramana mengatakan...

Boleh Kopas Silahkan Asal Ada Link Blog Aslinya

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan sopan!